About

Tuesday, 2 December 2014

SIKLUS HIDUP SOFTWARE V-MODEL


V-Model, juga disebut Vee-Model, adalah proses pengembangan produk awalnya dikembangkan di Jerman untuk proyek-proyek pertahanan pemerintah. Hal ini telah menjadi standar umum dalam pengembangan perangkat lunak. The V-Model mendapatkan namanya dari fakta bahwa proses ini sering dipetakan sebagai flowchart yang mengambil bentuk surat V.

Hasil proses pembangunan dari sudut kiri atas V ke kanan, berakhir pada titik kanan atas. Dalam cabang kiri, miring ke bawah dari V, personil pengembangan mendefinisikan kebutuhan bisnis, parameter desain aplikasi dan proses desain. Pada titik dasar V, kode ditulis. Dalam cabang kanan, miring ke atas dari V, pengujian dan debugging dilakukan. Unit testing dilakukan pertama, diikuti oleh bottom-up pengujian integrasi. Titik ekstrim kanan atas dari V merupakan rilis produk dan dukungan yang berkelanjutan.V-Model




Berikut penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
         Requirement Analysis & Acceptance Testing
Tahap Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.
         System Design & System Testing
Dalam tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram dan Data Dictionary.
         Architecture Design & Integration Testing
Sering juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul, ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan
         Module Design & Unit Testing
Sering juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
         Coding
Dalam tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.

         Kelebihan v model :
•           V Model sangat fleksibel. V Model mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dantool secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah obsolete.
•           V Model dikembangkan dan di-maintain oleh publik. Userdari V Model berpartisipasi dalam change control boardyang memproses semua change request terhadap V Model.
   
         Kekurangan v model :
•           V Model adalah model yang project oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.

•           V Model terlalu fleksibel dalam arti ada beberapa activitydalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalamactivity tersebut dan apa yang tidak.

Sumber :
http://d-in4matika.blogspot.com/2013/04/metode-waterfall-kelebihan-dan-kelemahan.html
http://thesis.binus.ac.id/ecolls/Doc/Bab2Doc/2012-1-00388-IF%20Bab2001.doc
Add to Cart

1 comments:

Artikelnya bermanfaat kak, ini saya juga punya artikel tentang Model Proses Pada Rekayasa Perangkat Lunak, semoga bisa saling melengkapi

Kelebihan dan Kekurangan Model Proses Pada Rekayasa Perangkat Lunak - MARKIJAR.Com

Post a Comment