V-Model,
juga disebut Vee-Model, adalah proses pengembangan produk awalnya dikembangkan
di Jerman untuk proyek-proyek pertahanan pemerintah. Hal ini telah menjadi
standar umum dalam pengembangan perangkat lunak. The V-Model mendapatkan
namanya dari fakta bahwa proses ini sering dipetakan sebagai flowchart yang
mengambil bentuk surat V.
Hasil
proses pembangunan dari sudut kiri atas V ke kanan, berakhir pada titik kanan
atas. Dalam cabang kiri, miring ke bawah dari V, personil pengembangan
mendefinisikan kebutuhan bisnis, parameter desain aplikasi dan proses desain.
Pada titik dasar V, kode ditulis. Dalam cabang kanan, miring ke atas dari V,
pengujian dan debugging dilakukan. Unit testing dilakukan pertama, diikuti oleh
bottom-up pengujian integrasi. Titik ekstrim kanan atas dari V merupakan rilis
produk dan dukungan yang berkelanjutan.V-Model
Berikut
penjelasan masing-masing tahap beserta tahap pengujiannya:
Requirement Analysis & Acceptance
Testing
Tahap
Requirement Analysis sama seperti yang terdapat dalam model waterfall. Keluaran
dari tahap ini adalah dokumentasi kebutuhan pengguna.
Acceptance
Testing merupakan tahap yang akan mengkaji apakah dokumentasi yang dihasilkan
tersebut dapat diterima oleh para pengguna atau tidak.
System Design & System Testing
Dalam
tahap ini analis sistem mulai merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi
kebutuhan pengguna yang sudah dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahap
ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum,
struktur data, dan yang lain. Selain itu tahap ini juga menghasilkan contoh
tampilan window dan juga dokumentasi teknik yang lain seperti Entity Diagram
dan Data Dictionary.
Architecture Design & Integration
Testing
Sering
juga disebut High Level Design. Dasar dari pemilihan arsitektur yang akan
digunakan berdasar kepada beberapa hal seperti: pemakaian kembali tiap modul,
ketergantungan tabel dalam basis data, hubungan
Module Design & Unit Testing
Sering
juga disebut sebagai Low Level Design. Perancangan dipecah menjadi modul-modul
yang lebih kecil. Setiap modul tersebut diberi penjelasan yang cukup untuk
memudahkan programmer melakukan coding. Tahap ini menghasilkan spesifikasi
program seperti: fungsi dan logika tiap modul, pesan kesalahan, proses
input-output untuk tiap modul, dan lain-lain.
Coding
Dalam
tahap ini dilakukan pemrograman terhadap setiap modul yang sudah dibentuk.
Kelebihan v model :
• V Model sangat fleksibel. V Model
mendukung project tailoring dan penambahan dan pengurangan method dantool
secara dinamik. Akibatnya sangat mudah untuk melakukan tailoring pada V Model
agar sesuai dengan suatu proyek tertentu dan sangat mudah untuk menambahkan
method dan tool baru atau menghilangkan method dan tool yang dianggap sudah
obsolete.
• V Model dikembangkan dan di-maintain
oleh publik. Userdari V Model berpartisipasi dalam change control boardyang
memproses semua change request terhadap V Model.
Kekurangan v model :
• V Model adalah model yang project
oriented sehingga hanya bisa digunakan sekali dalam suatu proyek.
• V Model terlalu fleksibel dalam arti
ada beberapa activitydalam V Model yang digambarkan terlalu abstrak sehingga
tidak bisa diketahui dengan jelas apa yang termasuk dalamactivity tersebut dan
apa yang tidak.
Sumber :
http://d-in4matika.blogspot.com/2013/04/metode-waterfall-kelebihan-dan-kelemahan.html
http://thesis.binus.ac.id/ecolls/Doc/Bab2Doc/2012-1-00388-IF%20Bab2001.doc
1 comments:
Artikelnya bermanfaat kak, ini saya juga punya artikel tentang Model Proses Pada Rekayasa Perangkat Lunak, semoga bisa saling melengkapi
Kelebihan dan Kekurangan Model Proses Pada Rekayasa Perangkat Lunak - MARKIJAR.Com
Post a Comment