Menurut Ian
Sommerville (2011, p30-31), tahapan utama dari waterfall model langsung mencerminkan aktifitas pengembangan dasar.
Terdapat 5 tahapan pada waterfall model,
yaitu requirement analysis and definition,
system and software design, implementation and unit testing, integration and system testing, dan operation and maintenance.
Gambar 2.1 Waterfall
Model
(Ian Sommerville, 2011,
p30)
Berikut
adalah penjelasan dari tahapan-tahapan tersebut :
Ø Requirement Analysis and Definition
Merupakan
tahapan penetapan fitur, kendala dan tujuan sistem melalui konsultasi dengan
pengguna sistem. Semua hal tersebut akan ditetapkan secara rinci dan berfungsi
sebagai spesifikasi sistem.
Ø System and Software Design
Dalam
tahapan ini akan dibentuk suatu arsitektur sistem berdasarkan persyaratan yang
telah ditetapkan. Dan juga mengidentifikasi dan menggambarkan abstraksi dasar
sistem perangkat lunak dan hubungan-hubungannya.
Ø Implementation and Unit Testing
Dalam
tahapan ini, hasil dari desain perangkat lunak akan direalisasikan sebagai satu
set program atau unit program. Setiap unit akan diuji apakah sudah memenuhi
spesifikasinya.
Ø Integration and System Testing
Dalam
tahapan ini, setiap unit program akan diintegrasikan satu sama lain dan diuji
sebagai satu sistem yang utuh untuk memastikan sistem sudah memenuhi
persyaratan yang ada. Setelah itu sistem akan dikirim ke pengguna sistem.
Ø Operation and Maintenance
Dalam
tahapan ini, sistem diinstal dan mulai digunakan. Selain itu juga memperbaiki error yang tidak ditemukan pada tahap
pembuatan. Dalam tahap ini juga dilakukan pengembangan sistem seperti
penambahan fitur dan fungsi baru.
v Keuntungan Model Waterfall
·
Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh
pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
·
Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap fase harus
terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi
setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
·
Metode ini masih lebih baik digunakan walaupun sudah tergolong kuno, daripada
menggunakan pendekatan asal-asalan. Selain itu, metode ini juga masih masuk
akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.
v Kelemahan Model Waterfall
·
Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan
secara berulang sebelum terjadinya suatu produk.
·
Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak awal
pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.
·
Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat
mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan.
·
Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan dimulai ketika
tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan
waktu yang lama.
·
Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori.
Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.
Sumber :
http://d-in4matika.blogspot.com/2013/04/metode-waterfall-kelebihan-dan-kelemahan.html
http://thesis.binus.ac.id/ecolls/Doc/Bab2Doc/2012-1-00388-IF%20Bab2001.doc
0 comments:
Post a Comment